Open post

Ternyata Menikah Bukan Cuma Perkara Cinta

Salah satunya rutinitas unik Urang Banjar ialah “hoby komunalnya” mengudap wadai (kue; bahasa Banjar) yang berasa manis legit kapan pun, bahkan juga saat perut telah berasa penuh sekalinya oleh makan berat sebagai menu makanan khusus, seperti nasi berikut lauk pauknya yang sudah dikonsumsi awalnya.

Kelihatannya itu pemicu, wadai atau kue ciri khas Banjar rerata berasa manis dan super legit, hingga relatif sulit mendapati variasi yang berasa asin. Begitupun dengan beberapa penjualnya yang rerata tidak kalah manis dan leg… eeeeeh kok jadi melantur!

Tujuan saya, begitupun penjual wadai-nya yang banyak juga menyebar di beberapa pojok kota dan antiknya jika jadi perhatian, rerata semua memiliki konsumen setia setiap, hingga berjualan wadai-nya selalu habis, tidak tersisa barang sedikit.

Sesudah nyaris dua dasawarsa lebih berubah dalam budaya warga Banjar pesisir, kelihatannya saya mulai terjangkit “hoby komunal” Urang Banjar itu, mulai senang konsumsi wadai berasa manis.

Meskipun umumnya “cuman” untuk dua peristiwa saja, yakni pagi hari sebagai pemanis liur alias makan pagi pembuka dan sore hari saat buka puasa, itu juga jika cocok sedang berpuasa. Sjika tidak bermakna yang tidak konsumsi wadai manis, karena pada intinya alias. Stelah atribut dari sononya, saya lebih senang mengudap makanan dengan cita-rasa gurih-asin. Nah lhooooo!

Wadai Untuk Isi Kacang Tanah | @kaekahaa “Wadai Untuk”

Salah satunya kudapan atau wadai manis terpopuler di lingkungan warga Banjar, dimulai dari pahuluan di Wilayah. Hilir Sungai (Kalsel sisi atas/utara) sampai ke Banjar pesisir di sekitar. Banjar Bakula alias metropolitan Banjarmasin dan sekelilingnya (Kalsel sisi bawah/Selatan). Sialah wadai untuk atau ada pula yang mengatakan sebagai wadai untuk-untuk.

Wadai untuk berikut kudapan rakyat sejuta umat alias kegemaran sejumlah besar Urang Banjar. Singin tua-muda. Sapa lagi beberapa anak, ingin kaya-miskin, ingin orang kota, ingin orang udik semua tentu mengenal sama wadai yang legendaris.

Bentuk fisik wadai untuk serupa roti goreng atau orang Madiun dan sekelilingnya mengatakan sebagai golang-galing, tetapi lebih halus dan padat.

Jadi kecuali cita-rasa manisnya cukup cocok jadi rekan minum teh pada pagi hari, mengudap wadai untuk. Smemberikan dampak mengenyangkan, hingga pas jadi menu pembuka cocok berbuka puasa pada sore hari.

Open post

Bom Waktu Mutasi Kerja dan Implementasi Prinsip “The Right Man in The Right Place”

Ada sebuah peristiwa bagus yang terjadi di lingkungan kerja terutamanya dari beberapa orang yang memilih untuk resign dari kerjanya.

Sebagian orang yang pernah saya temui di pekerjaan terhitung beberapa salah satunya ialah famili dekat mempunyai keserupaan keadaan sebelumnya terakhir memilih untuk cabut dari pekerjaan yang mereka tekuni.

Keserupaan keadaan itu ialah sama alami proses perubahan kerja dari status pekerjaan lama ke status pekerjaan yang baru.

Seorang famili pernah berkeluh kesah hal keadaan yang dia alami di pekerjaan lama waktunya. Saat itu dia jadi sisi dari team personalia di salah satunya perusahaan terkenal sepanjang lebih kurang delapan tahun.

Saat terakhir ada penggantian manager seksi saat manager awalnya memutus keluar, keadaan di seksi tempat famili saya bekerja itu ibarat alami banyak pengubahan.

Diantaranya yakni keluarnya keputusan memutasi beberapa pegawai seksi personalia ke sejumlah seksi lainnya. Argumennya karena seksi personalia tengah kelebihan anggota hingga perlu dirampingkan.

Tetapi hal tersebut seperti sebuah mimpi jelek untuk famili saya yang rasakan ketaknyamanan atas pekerjaan di seksi baru, di mana dianya dimutasi.

Dia seperti alami penekanan batin jalani pekerjaan yang lain dengan passion-nya sampai sesaat berlalu dia. Sjuga pada akhirnya memilih untuk ajukan resign kerja.

“Seorang karyawan akan mendapati perform terbaik jika ada di habitat pekerjaan yang tepat. Kebalikannya mareka yang tidak alami kesesuaian dengan status baru malah akan usai pilu. Tidak tiap orang tahu apakah yang diharapkan oleh seseorang, hingga jadi penting untuk. Ssama-sama bicara hati ke hati dan mendapati jalan keluar saat sebelum keputusan perubahan itu dilakukan.”

Pernah ada pula seorang rekan dari sisi produksi yang selanjutnya dimutasikan oleh atasannya menjadi sisi dari team perencana produksi. Latar belakangnya sebagai sarjana tehnik kimia sesungguhnya sudah memperoleh “habitat” kerja yang cocok pada bagian lama waktunya.

Tetapi status baru di mana dia dimutasikan dirasa olehnya sebagai satu “pembatasan” yang batasi ruangan geraknya.

Open post

Merantau ke Sumatera Selatan, Inilah Ragam Hal Menarik dari Provinsiku yang Istimewa

Bulet besak panjang mak lengan. Kejel-kejel rasonyo marem. Masok ke dalam mulut matonyo mejem. Mertuo melalui masih di telen.

Kejel keras telah biaso, asak bae iwaknyo teraso. Dimasak pakai minyak kelapo, jadi tambah lemak rasonyo.

Pempek lenjer oi pempek lenjer, siapo nyingok tentulah ngiler. Pempek lenjer oi pempek lenjer, makan sikok pacak kelenger.

Mangcek bicek jangan sampai lupo ngawak balek oleh-olehnyo. Pempek lenjer samo cukonyo kito makan besamo-samo.

Ada yang mengetahui itu lirik lagu darimanakah? Atau justru belum mengetahui itu lirik lagu? Yang jelas jawaban pertama Anda ialah itu lagu dari Palembang, karena ada kata pempeknya hehehe dan itu jawaban saya waktu pertama kalinya dengar lagu itu dinyanyikan dalam upacara tujuh belas Agustus di salah satunya kompleks sekolah swasta di kota Palembang. Tetapi saya revisi sedikit ya, sesungguhnya itu ialah tipe lagu wilayah dari propinsi Sumatera Selatan yang ibu kotanya ialah Palembang.

Palembang terkenal warga Indonesia karena makanan uniknya, yakni pempek. Makanan yang dibuat dari ikan giling yang digabung tepung sagu dan bumbu khusus bawang putih, lada dan garam bisa dibuat jadi beberapa variasi pempek diantaranya pempek lenjer, adaan, kapal selam, telur kecil, kulit, tahu, lenggang, otak-otak dan bermacam kudapan seperti lagsan, burgo, tekwan dan mode.

Tidak boleh ditanyakan rasanya, tentu nikmat itu jawabnya. Untuk ikannya sendiri yang menjadi unggulan ikan gabus, ikan tengiri dan ikan parang-parang.

Tetapi menurut masyarakat Palembang yang paling nikmat ikan belido, namun ikan ini mulai sangat jarang, jadi jarang-jarang digunakan dan jadi salah satunya ikon kota Palembang terutamanya dalam soal kulineran.

Pempek dengan beberapa variasi | nusadaily.com Kecuali sama dengan pempeknya, propinsi ini kaya dengan kulineran ciri khas yang tidak jauh berbahan khusus ikan, sebutlah saja pindang patin, pepes patin tempoyak, gulai kepala ikan, pindang tulang (dari sapi sisi rusuk) dan ada banyak kembali. Jika saya jelas sudah pindang tulang, karena olahan ikan yang lain tidak searah dengan lidah saya orang Jawa.

Open post

Pentingnya Berpikir Logis dalam Berwirausaha

Berwiraswasta kecuali membutuhkan pola pikir atau sudut pandang dan kemampuan psikis, juga penting untuk memikir rasional dalam menanggapi bermacam hal terkaitnya.

Hingga wiraswastawan sanggup meneliti atau membahas secara nalar apa-apa yang kira-kira logis, sesuai kenyataan dan logis dalam jalankan wiraswastanya.

Bahkan juga dengan memikir rasional ini, wiraswastawan bisa menumbuh-kembangkan kekuatan memikir krisis, memikir inovatif, atau menalar, untuk sanggup merangkum dan mempelajari permasalahan, membuat tesis, kumpulkan data, memproses dan menganalisa data, sampai menarik ringkasan dan memutuskan dalam jalankan wiraswastanya.

Lalu yang menjadi pertanyaannya ialah, bagaimana sich triknya membuat proses memikir rasional dalam berwiraswasta ini?

Untuk memulai proses memikir rasional, karena itu yang penting dilaksanakan lebih dulu ialah harus punyai konsep.

Ini karena konsep berperanan benar-benar esensial untuk diri, yakni sebagai ruh atau dasar dalam rencana melakukan tindakan.

Nah, berdasarkan sedikit pengalaman penulis, karena itu dalam soal memikir rasional ini, ada banyak konsep yang penting dipunyai salah satunya misalnya:

  1. Selalu berprinsip mengkonstruktifkan diri secara netral

Dalam masalah ini, yang penting dilaksanakan ialah buang jauh psikis blocking dari pada diri, seperti. Shilangkan sikap memandang diri tidak bermanfaat misalkan, tidak mengadili diri dengan. Skebatasan kekuatan misalkan, dan bermacam sikap minor yang lain yang tidak baik untuk psikis diri.

Karena apa, sikap psikis blocking ini sebenarnya ialah malah doakan diri kita menuju yang negatif. Ssebagai pengakuan kebenaran atau justifikasi jika diri kita memang tidak kapabel.

Hingga disini mengapa penyebabnya proses nalar memikir harus ditumbuh-kembang dengan mengkonstruktifkan diri secara netral dan memikir positif.

Misalnya, seseorang dapat mengapa saya tidak, jika percaya dan konsentrasi saya tentu dapat mencapai kesuksesan. Ssaya tentu sanggup dan lain-lain yang pokoknya dapat, berikan motivasi dan bawa diri menuju yang konstrukrif.

Open post

Syukurlah Insentif Nakes Batal Dipangkas, Kenapa Ya Pemerintah Sering Banget Revisi Kebijakan?

Pemerintahan lewat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pastikan jika stimulan untuk tenaga medis tetap dilanjutkan sampai tahun akhir 2021, walau besarannya ada peluang akan terkena potong.

“Untuk kesehatan, Bapak Presiden memutus stimulan nakes dilanjutkan tahun 2021 walau magnitude-nya di turunkan,” katanya di pertemuan bersama Komisi XI, Rabu (27/01/21).

Berita ini tentunya cukup menyesakan untuk beberapa nakes yang sudah berusaha siang malam menjaga pasien terkena Covid-19 yang semakin hari semakin melonjak.

Seperti kita kenali pergerakan tambahan kasus positif Covid-19 dalam 1 bulan akhir lagi eskalatif, perpecahan rekor kasus positif harian seringkali kedengar terakhir sampai beberapa lalu kasus positif Covid-19 di Indonesia tembus angka psikis 1 juta kasus.

Sampai ini hari Kamis (04/02/21) menurut situs Covid19.go.id kasus positif ada diangka 1.111.671 kasus positif, dalam jumlah kematian sekitar 30.770 jiwa dan yang sukses sembuh 905.665 orang.

Maknanya kasus aktif yang saat ini sedang dirawat atau karantina mandiri dengan status enteng. Ssedang, dan berat ada sekitar 175.236 kasus.

Angka ini membuat keadaan rumah sakit di sejumlah wilayah khususnya yang ada di zone merah. Sampir bangkrut. Sdi DKI Jakarta misalkan tingkat keterisian ruangan riskan khusus Covid-19 atau Bed Occupancy Rate berada di angka 85 %.

Dengan bukti semacam ini, automatis penekanan pada nakes yang bekerja tangani Covid-19 akan makin berat. Sdan fatigue dapat menerpa mereka setiap saat.

Keadaan ini cukup tragis saat. Sdengar berita jika stimulan untuk nakes gagasannya akan di turunkan sampai 50 % untuk tahun 2021 ini.

Saya yakini beberapa petugas klinis dari bermacam jenjang kemungkinan tidak jadikan stimulan itu sebagai. Sarah khusus saat mereka menjaga pasien Covid-19 atau pasien berpenyakit apa saja.

Tetapi tentu saja mereka akan. Smengucapkan terima kasih dan berasa jadi perhatian seandainya stimulan. Situ diberi. Ssekurang-kurangnya besarannya sama dengan tahun 2020 kemarin.

Open post

Akun Sosial Media di Pemerintahan Jangan Sekadar Punya!

Di zaman saat ini banyak info menyebar lewat sosial media. Kecepatan info di media sosial ini, dapat menaklukkan sebuah kalimat old school “Tidak boleh keras – keras, tembok dapat berbicara”.

Apa yang terjadi di Aceh langsung bisa kedengar di Papua, apa yang ramai di Jakarta, dapat membuat ramai satu negara. Bahkan juga portal informasi kerap jadikan apa yang ramai dibicarakan oleh netijen jadi informasi. Karena hal itu, kedatangan media sosial dapat membunuh beberapa media konservatif yang lain.

Keramaian media sosial ini, pada akhirnya digunakan oleh pemerintahan pusat atau wilayah untuk memakai media sosial. Tetapi apa sosial media yang dipakai telah efisien atau belum? Lantas apa sebagai tanda account sosial media pemerintahan itu telah efisien atau belum?

Untuk pemerintah yang ingin manfaatkan dan mempunyai sosial media apa cukup sekedar hanya posting aktivitas? Lantas bagaimana semestinya perlakukan sosial media itu?

Nah… Saya akan share pengetahuan sedikit, berdasar pengalaman lebih dari 4 tahun menggenggam account media sosial di salah satunya pemerintah.

Dari 4 tahun menggenggam account media sosial pemerintah ini, seputar 5 penghargaan tingkat nasional telah saya peroleh. Semua penghargaan itu saya capai dari bermacam instansi yang melangsungkan penilaian pada media komunikasi pemerintahan.

Sebagai catatan, penghargaan itu bukan penghargaan individu tetapi atas nama instansi pemerintah. Sebagai Social Media Spesialis, saya berperan jadikan media sosial punya account pemerintahan itu dikenali khalayak, pesan tersampaikan secara baik, dan bagaimana jadikan media sosial itu sebagai fasilitas yang efisien!

Pasti juga, penghargaan ini bukanlah hal yang perlu dikejar tetapi bagaimana sosial media anda datang dan berguna untuk masyarakat pemerintah anda. Bila anda menggenggam account pemerintahan kota, ya berguna dan bermanfaat untuk masyarakat kota anda.

Sama juga saat anda menggenggam account pemprov atau negara sekalinya. Karena konsepnya, account media sosial yang anda urus harus lah berguna dan bukan sekedar punyai.

  1. PAHAMI DULU APA ITU MEDIA SOSIAL!
Open post

Wakaf dan Ekonomi Syariah, Antara Perspektif Ekonomi dan Pendidikan

Hari hari ini diskursus mengenai ekonomi dalam masyarakat ramai mengulas mengenai wakaf dan ekonomi syariah. Ini dipacu dengan dicanangkannya Pergerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) oleh Presiden Jokowi pada Senin pekan kemarin (25/1/2021).

Selanjutnya, Senin tempo hari (1/2/2021) Presiden Jokowi resmikan berdirinya PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai penyatuan tiga bank syariah himbara (Himpunan Bank Punya Negara).
[H2] Wakaf dan Ekonomi Syariah dalam Sudut pandang Ekonomi [/H2]

GNWU dan BSI sesungguhnya bukan barang baru. Keinginan pemerintahan untuk jadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi syariah paling besar di dunia di tahun 2024 sangat menggebu. Apa lagi di ajang internasional, Indonesia dikenali sebagai negara dengan komunitas muslim paling besar di dunia yang pasti berpotensi ekonomi yang besar sekali.

GNWU dan BSI ialah kerja hasil riil dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang dibuat pemerintahan berdasar Ketentuan Presiden nomor 28 tahun 2020.

Presiden Jokowi sebagai ketua KNEKS menjelaskan jika dibuatnya KNEKS adalah wujud usaha pemerintahan cari jalan kurangi tertimpangan sosial dan merealisasikan pemerataan pembangunan di semua penjuru tanah air.

Saat itu Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai ketua harian KNEKS mengatakan jika KNEKS konsentrasi meningkatkan empat hal, yaitu peningkatan industri produk halal, industri keuangan syariah. Sdana sosial syariah, dan peluasan usaha atau usaha syariah.

Menyaksikan rincian ini, bisa kita simpulkan jika arah peraturan KNEKS ialah sektor ekonomi untuk tingkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat. Baik arah dicanangkannya GNWU atau dibangunnya BSI nampak meruncing pada arah dan arah yang serupa.

Tentu saja, ada-ada saja pemerhati ekonomi atau pemerhati peraturan pemerintahan yang berpendapat miring pada peraturan ini. Ada yang menjelaskan jika peraturan ini memperlihatkan ketidakberhasilan pemerintahan mengurus ekonomi di periode wabah. Ekonomi kita awali bangkrut hingga berkesan pemerintahan “mengemis” dari rakyatnya dengan program wakaf dan pengokohan ekonomi syariah.

Seperti kita kenali, wabah covid-19 yang menerpa dunia satu tahun akhir ini benar-benar sangat besar efeknya pada ekonomi negara. Sebagian besar negara di dunia alami krisis ekonomi.

Keadaan susah krisis ekonomi mengakibatkan banyak karyawan yang terserang Pemutusan Jalinan Kerja (PHK). Sdaya membeli warga turun, dan angka kemiskinan yang makin bertambah.

Open post

Kecolongan WNA Jadi Bupati Terpilih, Di Mana Gerakan Satu Data?

Pergerakan satu data didengungkan pada Pemilihan presiden 2019. Bak gayung bersambut, sesudah dikukuhkan sebagai Presiden masa ke 2, Joko Widodo menandatangani Ketentuan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 mengenai Satu Data Indonesia pada 12 Juni 2019.

Peraturan ini mempunyai tujuan agar memberi info ke khalayak. Pemerintahan bisa kumpulkan data pada sebuah pintu yang canggih, terintegrasi, dan gampang dijangkau.

Seperti, data kependudukan, keimigrasian, pangan, energi, infrastruktur, maritim, pengajaran, kesehatan, ekonomi, industri, pariwisata, sampai reformasi birokrasi. Keterpaduan beberapa data yang tepat bisa meminimalkan pemakaian hoax atau informasi tidak betul.

Tetapi, sesudah nyaris 2 tahun, khalayak tersentak. Kok, dapat seorang yang dengan status WNA dapat bebas mencalonkan diri jadi kepala wilayah, diverifikasi oleh instansi berkuasa, dan memenangi pemilihan kepala daerah? Kesan-kesan saya, ini mengagumkan amburadul.

Orient Patriot Riwu Kore, bupati dipilih Kabupaten Sabu Raijua, NTT hanya cerita kecil begitu koruptifnya birokrasi administrasi kependudukan kita. Mujur, Kedutaan Besar AS bersurat dan memberitahu kita. Karena itu, pemerintahan berpura-pura terhentak. Khalayak juga terbelalak.

Kasus sama pernah terjadi pada Arcandra Tahar. Sesudah dikukuhkan jadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2016, baru dijumpai mempunyai kewarganegaraan ganda. Kedudukan sementara ditarik. Pemerintahan memburu selamatkan muka (malu).

Proses cepat peneguhan dilaksanakan kembali sebagai masyarakat negara Indonesia. Arcandra dikukuhkan kembali sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dua minggu sesudahnya.

Seterusnya, cara apa yang dilaksanakan pada Orient Patriot Riwu Kore. Khalayak gampang menerka arah prosesnya berbuntut. PDIP sebagai partai simpatisan mustahil kehilangan peluang. Seperti sangat lapar, dan nasi telah dalam piring, justru ingin ditumpah oleh seseorang.

Khalayak telah menyangka, Bupati Sabu Raijua dipilih tentu dikukuhkan. Cuman digeser sedikit waktunya. Menanti masalah cukup redah. Sementara KPUD-KPU Pusat pantang meminta maaf. Kementerian Dalam Negeri, terutamanya sektor Dukcapil terlepas tangan.

Substansinya, data kependudukan kita masih bonyok. Konektisitas data huru-hara. Administrasi Negara dalam pergerakan satu data cuman eforia semata-mata. Usai di tanda-tangan Perpres.

Pada akhirnya, khalayak menuntut, tata urus administrasi khalayak yang efisien, efektif, dan tidak korup. Memperkuat pergerakan satu data berbasiskan konektisitas khususnya data kependudukan dan catatan sipil. Percepat servis kependudukan. Tidak menanti beberapa bulan e-KTP baru keluar.

Karena, sebenarnya, administrasi itu dari kata Latin, ‘ad’ dan ‘ministrare’, yang bermakna layani, menolong dan penuhi keperluan khalayak.

Open post

Dibuat “Merinding Disko” Saat Bertualang dalam Museum Kesehatan Surabaya

Sebuah bangunan museum dibangun oleh pengurusnya dengan arah untuk simpan bermacam koleksi benda lama (kuno) yang mengikuti perjalanan hidup anak manusia.

Sebuah museum disebutkan menarik karena mungkin bermacam benda kuno yang tersimpan, style arsitektur gedung yang jadi museum, manajemen yang baik, tatanan letak (layout) koleksi benda kuno dalam museum atau bahkan juga sarana pendukung yang ada dalam atau di luar gedung museum.

Prasasti penandatanganan Museum Kesehatan (dok. Mawan Sidarta) Surabaya sebagai kota tua sekalian metropolitan ke-2 sesudah Jakarta pasti mempunyai beberapa museum yang memikat. Diantaranya adalah Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH yang ada di Jalan Indrapura 17, Kemayoran, Krembangan – Surabaya.

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH dahulunya adalah rumah sakit kelamin yang saat itu memakai istilah Instansi Penjakit Kelamin. Disahkan oleh Dr. J Leimena sebagai menkes saat itu. Penandatanganan prasasti dilaksanakan pada tanggal 10 November 1951. Sementara upacara penempatan batu pertama dilaksanakan oleh Heronimus Widodo Soetopo.

Terlihat depan gedung Museum Kesehatan Surabaya (dok. Mawan Sidarta) Sesudah lewat rangkaian pembaruan dan pembaruan, pada tanggal 16 Desember 2003 museum disahkan oleh Dr. Soemartono DHSA sebagai kepala Pusat Riset dan Peningkatan Servis Tehnologi Kesehatan Surabaya (Puslitbang Yantekkes).

Museum Kesehatan Surabaya tidak terlepas dari layanan seorang pelopor namanya DR. dr. Haryadi Suparto DOR MSc APU. Selang satu tahun selanjutnya yakni tanggal 14 September 2004, Achmad Sujudi yang saat itu memegang sebagai menkes kembali resmikan pemakaian Museum Kesehatan Dr. Adhyatma MPH dan terbuka untuk didatangi warga umum.

Ticket masuk Museum Kesehatan Surabaya (dok. Mawan Sidarta) Untuk mengeruk info lebih dalam mengenai Museum Kesehatan Surabaya dan apa daya magnetnya, saya coba bercakap-cakap rileks dengan Husnan, seorang guide (pemandu) museum. Lawatan dan interviu kami kerjakan 2 tahun lalu, saat sebelum menyebarnya wabah Covid-19, persisnya tanggal 23 Juli 2018.

Beberapa suara yang tersebar di tengah-tengah warga, yang menjelaskan jika Museum Kesehatan itu menyeramkan kemungkinan tidak terlalu berlebih. Lah wong demikian saya masuk (dekat patung ganesha) dan melihat secara sekilas ruang samping dalam langsung saja bulu kuduk ini bergidik disko. Untung saja si guide dengan rendah hati sudi temani saya. Rasa takut sayapun jadi raib saat itu juga.

Open post

Terbelenggu Kata “Kapan”, Menikah pun Kejar-kejaran

Semenjak sekian tahun terakhir, saya sering mendapatkan pertanyaan “kapan nikah?”. Atau sekedar hanya “sudah punyai calon belum?”. Atau kritikan bersuara memberi tahu, seperti “habis ini buruan mencari pasangan”.

Juga pernah dalam satu peristiwa lebaran, mendadak salah satunya sanak saudara menanyakan dengan suara keheranan “lha, mana tunangannya?”.

Ehm! Untuk seorang yang masih belum betul-betul terpikir untuk menikah, rasanya sebel dan marah sich dengan beberapa pertanyaan itu. Entahlah semenjak kapan hidup saya seakan-akan jadi punya seseorang.

Ah, tetapi saya lupa. Kita hidup di budaya kelompok, seperti umumnya negara Asia yang lain. “Hidupku hidupku, hidupmu hidupku”, kemungkinan kasarnya demikian.

Belum juga, bila tiba ke acara pernikahan, entahlah berapakah kali saya dengar seseorang doakan saya. “Mudah-mudahan selekasnya susul ya sesudah ini”, kata salah seorang ibu rekan saya saat itu. Jujur saja bahkan juga waktu itu saya malas untuk mengaminkannya. Walau saya ketahui betul itu ialah doa yang bagus. Tetapi, apalah diri ini belum betul-betul memikir menuju situ.

Pertanyaan “kapan” yang mengurung

Sesungguhnya jika diingat kembali, tidak cuma pertanyaan “kapan nikah?”, tapi juga sering “kapan lulus kuliah?”, “kapan mulai kerja?”, “kapan punyai anak?”, atau “kapan sang kakak punyai adek?”.

Ya, kelihatannya kata “kapan” di sini memang mempunyai arti terakhir untuk sedikit mengganggu ketenangan batin seseorang. Walau di satu segi, juga bisa sesungguhnya kita menyaksikan beberapa pertanyaan ini sebagai wujud positif kepedulian seseorang pada kita, yaitu dengan sebatas mengingati.

Tetapi, sering yang menanyakan karena argumen kepo atau, entahlah, mengkritik kemungkinan. Saya individu sich seringkali berasa disinggung dibanding dihiraukan.

Dan makin pertambahan umur, makin bertambah yang bertanya mengenai “kapan” ini. Tetapi makin pertambahan umur, makin bertambah ketrampilan latih kebal diri pada pertanyaan “kapan”. Ya, yang diperlukan hanya, “cuekin saja”.

Posts navigation

1 2 3 4 5
Scroll to top
error: Content is protected !!