Rasanya Digantung Pacar Tak Segalau Digantung Covid-19 c

Ada yang pernah rasakan bimbangnya digantung oleh kekasih? Atau justru saat ini kalian sedang rasakan kebimbangan itu.

Tentu tidak nikmat ya rasanya. Disebut kekasih tetapi tidak ada putih di atas hitamnya eh salah ya. Hehehe. Tidak ada pengakuan sah dari dirinya jika kalian ialah pacarnya. Di ngomong rekan tetapi kok mesra dan mengharap pernyataan lebih.

Ada pula yang telah ‘nembak’ mengatakan cinta tetapi belum diberi jawaban diterima atau tidaknya. Satu hari 2 hari sich masih tenang tetapi jika sudah beberapa minggu menanti tentu campur baur dech hatinya dari bimbang sampai gemes bagaimana begitu. Maunya geram tetapi sudah terburu sayang. Cie cie.

Rupanya hati bimbang itu seperti terulang lagi kembali ke diriku. Saat sebelum terjadi salah paham saya imbangi dahulu persepsinya ya. Bukan hati bimbang karena digantung wanita ya. Kelak dapat ribet jika sampai jadi isu dan trending apa lagi jika sampai kedengar oleh telinga isteri. Bisa-bisa ia ikut-ikutan bimbang.

Yang kurasakan ini bimbang karena digantung oleh sang virus ganjen Covid-19. Lho kok dapat. Iya, tetapi ini bukanlah karena saya cinta tetapi malah sebaliknya. Jika seperti kekasih saya sesungguhnya telah meminta putus dan sang Covid ucapnya telah ngomong sepakat tetapi kok masih senang peluk-peluk saya.

Sesudah satu bulan lebih jalani isolasi dan rawat inap di dalam rumah sakit karena perselingkuhan terlarang dengan sang Covid. Semestinya saya dan sang virus telah setuju akan pisah.

Dan beberapa dokter menjadi saksi akan ini. Tetapi bingungnya rupanya sang Covid kelihatannya 1/2 hati melepasku. Apa karena mungkin saya tampan ya jadi ia demikian cinta mati padaku. Hehe, beri pujian diri kita tidak apa lah daripada tidak ada yang beri pujian.

Saya dapat ngomong demikian karena permintaanku supaya sang Covid tidak memperlihatkan diri dan pergi menjauh rupanya tidak digubris. Ia tetap teridentifikasi saat saya lakukan tes swab pcr.

Walau sebenarnya surat negative swab benar-benar kubutuhkan untuk faksi tempatku bekerja. Ini sebagai bukti jika perselingkuhanku dengan sang Covid usai sudah.

Scroll to top
error: Content is protected !!