Open post

Perasaan yang Tak Berdosa, Mengapa Harus Dikebiri?

Musim luruh cinta, sama dengan musim trauma. Karena hati yang tidak berdosa, dikebiri oleh ego orangtua. Sebagai contoh simpel, sang X dan Y telah sama-sama Situs Slot Online Terpercaya mengenali nyaris 8 tahun. 8 tahun ialah saat yang benar-benar panjang dan lama. Di antara X dan Y sama-sama menyukai. Tentu saja, mereka telah mengenali keduanya. Terhitung mengenali watak, hobi, dan arah hari esok mereka.

Masuk 9 tahun periode pengenalan mereka, ada satu kejadian yang mengambil sumber dari orangtua X. Hmmmm, kurang lebih kejadian apa, ya? Irit penulis, sang Y lenyap demikian saja. Lantas, dia memilih untuk ke salah satunya pulau yang tidak memiliki penghuni.

X berusaha untuk mengontak Y lewat nomor teleponnya. Tetapi, tidak ada jawaban dari Y. X mengungkung diri dalam kamarnya. Sampai satu saat, X terima telephone dari orangtua Y.

Maksudnya ialah bertanya kehadiran Y. X menerangkan apa yang terjadi di antara hubungan dengan Y yang usai sudah dengan argumen yang tidak terang dari Y. Orangtua Y mempersalahkan X. X berasa dipojokkan.

Satu tahun selanjutnya, X berusaha untuk buka hatinya ke Z, yang disebut opsi dari orangtuanya. Tetapi, jauh dalam samudera hatinya, dia masih menginginkan cinta dari Y. Walau kehadiran Y belum mengetahui rimbanya.

Pas di hari jadi X dan Y pertama kalinya mengenali di salah satunya cafe di tepi danau, X dan Y berjumpa. Tatap muka mereka tidak ada pada skenario dari sudradara semesta, tetapi murni dari memory mereka yang masih belum move on dari cinta sucinya. X tuntut jawaban dari Y. Kebalikannya, Y mempersalahkan X karena tidak membelanya saat orang-tua X mengejeknya.

Situasi kenangan ke-2 nya jadi amburadul. Karena ke-2 nya sama-sama mempersalahkan. Ketika yang bertepatan, orangtua X datang untuk bela anaknya.

Bahkan juga kesempatan ini, orangtua X merendahkan martabat Y di depan beberapa orang dalam cafe itu. Kesabaran Y telah ada di ujung adrenalinnya.

Tetapi, Y menarik napas dalam-dalam untuk memberitahu X, jika dibalik perpisahan mereka ada terlibat dari orangtua X. Orangtua X sudah minta Y secara paksa untuk menjauh darinya. Karena karier pekerjaan dan background keluarga yang tidak sebanding dengan X.

Open post

Kamu Berhak Bahagia dalam Kondisi Apapun

Kekurangan perhatian keuangan, kesusahan untuk memperoleh pekerjaan, rumah sabung ayam online tangga yang nyaris retak, komunikasi yang tidak bagus dengan sama-sama, tidak jadi argumen buat kamu masih berasa berbahagia (Fredy Suni) [/H3]

Kandungan kebahagiaan kamu harusnya tidak dikuasai oleh kondisi apa saja. Karena kehidupan lagi berjalan. Umur kamu semakin menyusut ke arah batasan kehidupan normal manusia, yaitu 80-90 tahun. Terkecuali kamu menantang hukum semesta dengan menginvestasikan beberapa ratus bahkan juga beberapa ribu triliun untuk menambahkan umur hidup anda dengan lajur tehnologi, yaitu membuat robot yang selalu regenerasi semua organ badan kamu. Pasti kan?

Berbahagia yang kamu alami akan menstimulus (menggairahkan) seseorang untuk turut rasakan kebahagiaan. Berbahagia tidak didapat dengan kelimpahan materi, sex yang memberikan kepuasan, profesi yang lebih bagus, istri yang elok, suami yang tampan, anak yang lucu, dan lain-lain. Memang semuanya ialah keperluan manusia. Tetapi, kamu harus juga ketahui jika manusia tak pernah senang dengan yang dicapainya.

Nah, berikut penulis berusaha untuk memakai,’Teori Hirarki Keperluan,’ dalam tuntunan Psikiater Abraham Maslow. Khususnya pada point ke-5, yaitu ‘Aktualisasi diri.’
[H3] Manifestasi diri. [/H3]

Keperluan ini tidak mengikutsertakan kesetimbangan atau homeostasis, tetapi mengikutsertakan kemauan yang terus-terusan untuk penuhi kekuatan diri paling optimal. Maknanya orang yang capai manifestasi diri terpusat pada sesuai kenyataan, bisa membandingkan yang palsu dan asli. Triknya cari jalan keluar dari tiap halangan. Proses lebih bernilai dibanding hasil. (Minta maaf, karena materi ini penulis peroleh pada saat tetap jadi mahasiswa semester pertama, di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang). Maka sumber yang penulis pakai ialah catatan penulis sendiri dari power poin dosen waktu itu.

Keperluan akan rasa berbahagia berada pada kekuatan kamu dalam cari jalan keluar di tengah-tengah keadaan yang tidak mungkin seperti kehidupan kita sekarang ini. Di mana. Swabah Covid-19 tidak jadi argumen. Skamu untuk selalu membuat bertambah diri dengan beberapa hal positif. Syang nanti akan bermanfaat untuk hari esok kamu. Beberapa hal positif seperti, membaca banyak buku. Smembuat jaringan yang lebih luas dari mulanya, mengikut pelatihan off line atau online, berunding, dan lain-lain.

Kekuatan cari jalan keluar dan mengucapkan syukur ialah dua hal yang akan mengantar kamu pada kebahagiaan. Apa saja keadaan kamu sekarang ini, kamu memiliki hak berbahagia.

Demikian

Open post

Obat Penawar Rindu, Para Perantau di Bulan Desember

Pulang daerah pada hari Natal ialah idaman tiap orang. Khususnya untuk mereka yang beragama Kristiani. Situasi hari Natal di perantauan, tidak seromantis di tengah-tengah kehangatan keluarga bola online terpercaya di desa halaman. Meskipun perayaan hari Natal dapat dirayakan dimanapun. Namun, kurang afdal, jika cinta yang telah dikubur sepanjang peziarahan di perantauan, turut terpendam bersama pupusnya keinginan untuk balik ke daerah, karena kondisi kesehatan global, terutamanya kesehatan Nasional belum seutuhnya sembuh dari Wabah Covid-19.

Pulang daerah ialah ritus, adat yang telah ada di kehidupan seorang perantau, dari jaman dulu sampai saat ini. Apa lagi sepanjang tahun ada yang masih belum pulang daerah, rasanya tidak karuan (terang) dalam hati.

Sekian tahun mereka nikmati irama kedap-kedip kota Metropolitan. Kota metropolitan memberi segala hal buat mereka. Terhitung kemewahan sementara, kepopuleran sementara, kemerdekaan sementara dari kungkungan drainase ekonomi yang tidak juga lebih baik di desa halaman. Lantas, mereka pilih untuk mengelana. Maksudnya,untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga yang lebih bagus.

Prihatinnya, ada yang terperosok ke lingkaran budaya hedonisme, konsumerisme, semua tipe perdagangan yang tidak sesuai norma-norma sosial, dan lain-lain. Mengakibatkan, ada yang tak pernah pulang daerah. Komunikasi pisah dengan keluarga, teman dekat, kenalan di desa halaman. Karena itu, timbullah anggapan jika orang yang berkaitan telah wafat. Sebatas kita dengarkan lagu Ebiat G ade yang dengan judul, Informasi Ke Teman.’

Lampion-lampion semesta temani bulan Desember. Desember juga menyongsong tiap niat baik dari beberapa perantau untuk pulang daerah. Permasalahannya, isi dompet menyejarah bersama gurun pasir yang tidak memiliki penghuni, alias Don’t have money. Dinamika hidup perantau yang unik untuk ditelaah dari pemikiran filsafat jalanan.

Hati perantau makin resah menjelang hari Natal. Sementara kangen lagi dibajak oleh hati bersalah, karena tidak dapat pulang daerah. Situasi kenyamanan, canda-tawa, pemandangan asri desa halaman lagi terpikir dalam angan. Terciptalah ruangan kosong dalam rack semesta beberapa perantau.

Selamat menyambut Hari Raya Natal untuk rekanan Kompasianer, teman dekat, kenalan, Team Kompasiana yang selalu datang temani tiap aksara di dalam rumah ide ini.

Open post

Kisah 1001 Artikel di supandy

Tujuh hari melalui telah. Senin tempo hari ialah hari akhir retretku di Km 1,000 situs slot online . Ini hari, Selasa, saya bisa menulis kembali.

Berikut artikel nomor 1001. Sudah pasti. Karena habis 1000 terbitlah 1001. Sesudah 1001? Entahlah, saya bukan seorang guru Kelas Satu SD yang mengajar pembilangan.

Cerita 1000 dari 1001 artikelku sudah kubeber pada artikel nomor 1000, Sebuah Retret di Km Seribu Kompasiana. Semuanya ialah hasil anarkisme-inovatif, kenthirisme, proses persenyawaan nalar, norma, dan seni.

Telah kubabar juga, anarkisme itu mempertajam insting, dan insting merecikkan serendipitas. Lantas kesemuaannya membimbing salingtindak triangular di antara idea, data, dan kata yang membuat tiap tulisanku.

Tidak kecuali, artikel nomor 1001 ini juga lahir proses dari sama: insting dan serendipitas. Berkesan tanpa gagasan. Tetapi sesungguhnya tidak demikian. Seperti kata Daeng Khrisna Pabichara, perancangan dan data dasarnya telah usai di kepala. Insting dan serendipitas bekerja saat isi kepala itu dituangkan ke bentuk tulisan.

Maka menulis, bahkan juga untuk seorang pengacau atau kenthir, bukan proses saat itu juga. Rangka dan data landasan tiap tulisan itu telah ada, dan usai, semenjak tempo hari, pekan kemarin, bulan kemarin, tahun kemarin, bahkan juga belasan atau beberapa puluh tahun kemarin. Ada selalu jarak waktu di antara idea dan text.

Tempo hari, saya habiskan tersisa waktu retret dengan melihat Poltak menebas dua tangkai pohon pisang, anugerah mukjizat yang ditanamkan musang di pekarangan tempat tinggalnya. Poltak takhabis dilanda permasalahan yang tampil karena mismanajemen anugerah mukjizat itu.

Kata Poltak, ia harus menebang dua tangkai pisang yang tumbuh cenderung ke udara pekarangan tetangga. Hal tersebut jadi masalah karena, menurut hukum agraria, dua tangkai pisang itu sudah menjajah daerah pekarangan tetangga. Sebagai hukuman, nantinya buahnya bisa menjadi hak tetangga.

Sudah pasti Poltak tidak sudi pisangnya dicap sebagai penjajah. Itu kelompoknya kejahatan internasional. Kembali juga apa kata dunia jika anugerah jadi penjajah, penyebar kerugian. Karenanya, tidak ada alternatif lain terkecuali, “Tebang!” Itu perintah isterinya.

Karena memperhatikan Poltak berakrobat menebang pohon pisang dimulai dari puncaknya, terpikirkan olehku ikhwal pemosisian diri. Supaya menyebar faedah, tiap ciptaan Tuhan itu harus ada pada lokasi yang semestinya. Bila tidak, karena itu terjadi disharmoni, lalu bencana kerugian.

Demikian juga tempatku dalam aturan sosial Kompasiana. Dalam kerangka sebagian besar milenial, pemilik pentas Kompasiana, di mana semestinya saya berdiri? Itu pertanyaan besar yang perlu kujawab dalam retret tujuh hari.

Open post

Mencintai Pikiran Janda

tidak boleh meliarkan daya fantasi anda ke hal yang slot online terpercaya mengundang banyak bujukan, ya. Istilah pemikiran janda tidak berada di KBBI. Karena istilah ini pertama kalinya dibuat oleh penulis sendiri yang akan mengagumkan.

Pemikiran janda mengarah pada aktivitas mengabsenkan pemikiran pada beberapa hal. Beberapa ciri orang yang mempunyai pemikiran janda ialah mereka yang tetap memiara ilmunya dalam kotak imajinya. Mereka tertidur pulas, disaat seseorang sama-sama berkejaran untuk memberi warna dunia dengan pengetahuan yang mereka peroleh saat di dalam kursi pengajaran.

Pemikiran janda bisa juga digolongkan ke mereka yang kikir untuk share ilmu dan pengetahuan. Mengakibatkan, mereka lagi repot dengan dunianya sendiri. Ingin terjadi gempa bumi, letusan gunung berapi, tanah longsor, mereka juga tidak perduli dengan lingkungan sekelilingnya. Karena untuk mereka, segala hal telah ada, buat apa pikirkan beberapa hal yang tidak bermanfaat. Mendingan nikmati waktu berharganya untuk menyukai dirinya.

Pemikiran janda telah menerpa angkatan muda yang mempunyai sikap apatis pada kehidupan. Lambat tetapi tentu, pemikiran janda akan menulari seluruh orang. Pemikiran janda seperti virus. Virus yang langkah penebarannya sekencang kilat di musim penghujan badai.

Prihatinnya, pemikiran janda dipiara oleh sejumlah besar mahasiswa. Karena keasikan untuk bermanja-manja di dunia google. Sekali click, semua tipe info telah ada. Maka ringkasannya, buat apa pikirkan hal yang telah ada dari jaman dulu sampai saat ini. Toh, cuman sakiti diri dengan pikirkan hal sama sekali tidak dipahami oleh nalar.

Nalar pemikiran janda makin bertautan kuat dengan perasaan malas. Malas memikir dapat mengakibatkan segudang permasalahan. Beberapa masalah sosial saat ini, disebabkan karena pemikiran janda. Menjandakan pemikiran lebih kejam dibanding merekayasa data untuk capai suatu hal yang diharapkan di kehidupan bersama.

Hidup bersama seseorang diperlukan pemikiran inovatif, kreasi sebagai wujud bantuan kita ke perubahan sekitar lingkungan. Minimum apa yang kita pikir dapat menolong seseorang.

Menyukai diri penting, seandainya tidak boleh memiara pemikiran janda. Karena pemikiran janda ialah pemikiran menyimpang yang tidak diperlukan di kehidupan bersama.

Open post

Faktor Pendorong Seseorang Maju dalam Pergaulannya

Ada beberapa factor menggerakkan seorang bisa maju dan bagus di dalam pertemanan bola online terpercaya setiap harinya, dan penulis akan menulis beberapa aspek khusus saja supaya lebih gampang dimengerti dan bisa menggerakkan kita untuk maju dalam pertemanan. Tidak terdiam pada bersejarah waktu dan umur yang umum mengutamakan ke kalimat, “Saya telah tua untuk berkawan, konsentrasi pada agama saja”, atau berserah pada nasib atau kalimat, “waktu saya telah melalui untuk berkawan sama orang lain”.

Seorang manusia tidak dapat lari dari kewajibannya untuk jalani masalah dalam kehidupan, normalnya manusia membuat kesadaran sendiri untuk selalu pada jalan hidupnya yang betul, selanjutnya bercita-cita capai satu arah, “hidup sejahtera di dunia dan di akhirat”.

Pada dasarnya penyesalan ini terbentuk karena raibnya emosi/gairah duniawi. Emosi/gairah cuman memiliki sifat sementara dalam dada manusia, sesudah gairah meledak dan tercukupi. Sdia menyesal, di lain hari datang kembali gairah itu, meledak kembali, dan menyesal kembali. Karena itu, cuman orang yang sanggup menahan gairah ialah orang yang maju/baik pertemanannya. Dia akan dicintai beberapa orang.

Factor pertama yang sanggup menggerakkan manusia maju dalam pertemanan ialah: Pertama. Sbersejarah atau bertalian atau ada hubungan dengan masa lampau dari hubungan di antara. kita dengan warga seputar, mitra (rekan sepekerjaan/teman sepekerjaan) di pada lingkungan rekanan usaha, rekanan kerja dan lain-lain. Komunikasi dan hubungan yang sudah kita lalui dahulu akan menggerakkan segi baik pada hari itu dan di masa datang. Bila terjadi kekeliruan pada mereka sebaiknya mohon maaf dan membenahi kekeliruan lalu.

Manusia hidup memerlukan seseorang, dan tidak untuk dimusuhi. Tetapi, cuman untuk kebutuhan, beberapa mereka membuat perseteruan cuman berdasar emosi dan ikutan saja. Tanpa mereka ketahui, mereka telah membuat persetujuan untuk membenci orang yang tidak searah sama mereka. Mereka memandang ini wajar karena kecondongan mereka ialah supaya beberapa orang mengikut kehendaknya. Mereka gampang memprovokasi dan senang dengar sepihak (lebih dengar beberapa orang didekatnya). Orang yang punya niat maju dalam pertemanan akan menghindar/tidak begitu dekat sama beberapa orang semacam ini.

Posts navigation

1 2 3 4 5 6
Scroll to top
error: Content is protected !!