Open post

Menghadirkan Teks Bacaan dalam Keseharian Mahasiswa

Buat kamu yang sekarang ini baru menuntaskan wisudanya, tidak ada yang larang kamu untuk nikmati euforia di pucuk sanjungan perkataan selamat untuk menuntaskan studinya. Tiap agen bola online orang perlu sanjungan dalam soal apa saja. Tetapi, dibalik sanjungan itu, ada keinginan dan mimpi dari tiap orang untuk hari esok kamu. Khususnya orangtua kamu yang telah mengikhlaskan segala hal untuk ongkos study kamu mungkin akan megerti bagaimana kenak penyakit covid karena itu gunakanlah masker anda ya tidak boleh bandel supandy.

Apa kamu masih ingin lagi tiduran, dengan beberapa ribu argumen classic akan lapangan kerja yang semakin sempit, menyusut tiap tahun? Sebenarnya tidak ada pengangguran, jika ada hanya untuk mereka yang minim atau benar-benar tidak mengenyam pengajaran. Kamu kan punyai pengetahuan, tidak ada kelirunya untuk mengawali suatu hal dengan pengetahuan yang kamu punyai.

Hmmmmm,,,,, tidak boleh ngomong kamu malu atau gengsi untuk buka usaha sendiri (home idustri)! Misalkan, membuat design kaos lalu tawarkan ke rekanan, rekan, teman dekat, mengenal sepanjang anda berhubungan di dunia riil. Dan ada banyak usaha mikro kecil yang berpotensi di lingkungan sekitar kita. Tidak ada kelirunya jika pasar pasar kamu masih juga dalam lingkup yang kecil. Tidakkah, suatu hal yang besar dengan diawali hal kecil?

Sia-sia kamu punyai IQ di atas rerata, tetapi takut rintangan. Telah takut coba, ditambah dengan tiadanya kepandaian dalam memproses emosi semakin lemahkan bahkan juga membunuh mimpi kamu, loh!

Kamu ingin lagi hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah, karena belum menyenangkan orangtua? Karena itu, sekarang ini saat yang pas untuk kamu membenahi pemikiran (mindset), urush emosi dan tidak boleh takut untuk mengambil langkah.

Pakai pengetahuan yang kamu dalami di dunia akademis untuk membuat lapangan kerja sendiri. Hitung-hitung peran kamu besar dalam memotong tingkat pengangguran di negara kita. Satu kebanggaan untuk kamu, keluarga dan negara. Karena hidup kamu jadi karena untuk beberapa orang.

Silahkan, kita memandang tahun 2021 dengan semangat, percaya diri akan kehidupan yang semakin lebih berarti dari tahun 2020

Salam literasi

Open post

Penganut Atheis Juga Manusia, Mengapa Harus Ada Diskriminasi?

Sebenarnya Atheis orang yang tidak ber-Tuhan) telah ada, saat sebelum penebaran agama di Indonesia. Leluhur kita jaman dulu, tidak mengenali Tuhan. Kalaulah mesin slot terpercaya mereka mengenali, mengaku Tuhan dengan penyembahan ke salah satunya benda sakral yang berada di lingkungan. Seperti pohon beringin, sumber mata air suci, dan lain-lain. Mereka tidak menyembah Tuhan di tiap rumah beribadah, tetapi mereka benar-benar menghargakan, menghargai human interest/kemanusiaan.

Human interest/kemanusiaan di Indonesia belum seutuhnya buka diri dengan kedatangan pengikut Atheis. Lepas dari Sila Pertama Pancasila, Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Secara terselinap, tidak mengaku Atheis. Frasa ‘tidak mengaku Atheis’ bermakna sama juga tidak mengaku warga Indonesia yang tidak ber-Tuhan. Asumsinya kan semacam itu akan untuk anda bernafsu ya kan supandy.

Warga Indonesia yang tidak ber-Tuhan ialah mereka yang tinggal di penjuru-pelosok tanah air. Bahkan juga warga yang tidak ber-Tuhan juga makin berkembang di beberapa kota Metropolitan Indonesia.

Pemicu intinya ialah jumlahnya permasalahan di kota Metropolitan. Seperti, kepadatan warga, lapangan kerja yang makin sempit, kasus perpisahan yang makin bertambah tiap tahun, korupsi yang makin menjalar, ketidakadilan dalam memperoleh hak yang serupa di ruangan khalayak, dan lain-lain. Di situlah, mereka menanyakan keberadaan Tuhan? Bila, Tuhan ada, kenapa harus terjadi semacam ini dan itu?

Disamping itu, ada diskriminasi untuk mereka yang tidak mempunyai identitas keyakinan dalam KTP. Mereka dipersulit pada suatu hal pemberian izin, administrasi apa saja. Jalan salah satu ialah mereka harus mengikut salah satunya keyakinan yang dianggap di Indonesia. Seirama “raganya yakin, tetapi, jiwanya menampik (Ahmad Rifa’i Rifan) yang disebut figur anutan saya dalam dunia Sastra.

Diskriminasi pada pengikut Atheis masuk beberapa sendi program online apa saja. Saksikan saja, saat kita mendaftarkan di salah satunya program tertentu, kita juga disuruh nomor identitas KTP, selfie diri sekalian megang KTP. Maksudnya bagus untuk menghindar peretasan account oleh pembajak di dunia Siber.

Pengikut Atheis sisi dari warga Indonesia. Mereka perlu pernyataan dari negara. Sepanjang mereka tidak mengusik kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian

Open post

Dilema Antara Biaya Tiket dan Biaya Bulanan, Setelah Mendapatkan Link Kuliah di Rusia

Suka terharu bersatu aduk jadi tangisan berbahagia sesudah saya memperoleh link study lanjut di Rusia. Ketika adrenalin agen bola terpercaya saya sama-sama berkejaran melewati sekucur badanku, saya kembali terpikir tanggung jawab ke orangtua dan adik-adik sebagai tumpuan keluarga.

Disamping itu, orangtua cuman menjelaskan jika, kami turut suka, bahwasannya kamu memperoleh peluang untuk meneruskan study di luar negeri. Tetapi, bagaimana dengan uang ticket dan ongkos bulanan kamu sepanjang kuliah di situ? Ongkos kuliah dan ongkos cinta sepanjang kuliah di Rusia gratis. Sebagai tanggung jawab orangtua hanya sediakan uang ticket ke Rusia, dan ongkos hidup tiap bulan.

Mimpi untuk meneruskan study usai pada umur renta orangtua. Sayang sich, peluang telah berada di depan mata, tetapi saya tidak tega dengan kasih dan perhatian orangtua, sejak dari kandungan ibu, sampai dewasa seperti saat ini.

Peribahasa classic,” Uang dapat dicari, tetapi peluang untuk menyayangi orangtua cuman sekali.” Di tengah-tengah keraguan saat menentukan, saya kembali membuka netbook (buku catatatan) yang selalu temani kepergianku, entahlah di mana saja. Di sanalah mata saya tertuju pada saran Ir. Soekarno ke Putrinya, Megawati Soekarno Putri, Presiden kelima RI (Kompas, Selasa, 7 Januari 2020). “Telah mencari ilmu dan pengetahuan dimanapun.

Megawati,” gelar pengajaran bukan hal yang mutlak. Itu suatu hal yang perlu, tapi ada sesuatu hal yang lain lebih, yaitu kemauan dan semangat berusaha dan kepercayaan pada arah dan arah hidup yang ingin dicapai.”

Bicara berkenaan arah hidup pasti saya telah mendapatinya. Tetapi, memang betul sebagai manusia kita tak pernah senang dengan semua perolehan kita. Kita lagi cari suatu hal yang lebih. Walau hidup kita sangat berkecukupan. Tetapi, kemauan dan keperluan akan ada. Berikut keperluan psikis yang tidak bisa dipisah dari kehidupan manusia. Khususnya saya sendiri.

Ini ceritaku, bagaimana dengan cerita kamu? Apa kamu pernah merasakan peruntungan dalam sektor apa saja, tetapi terbentur dengan hal yang jauh lebih bernilai? Bagaimana kamu menanggapinya? Bisa sharing di kotak kometar, sebagai bahan evaluasi untuk kita semua.

Demikian

Open post

Desa Haumeni Kehilangan Jati Dirinya di Tanah Timor

Dusun Haumeni sama dengan parfum kayu cendana. Haumeni juga bisa Haumene situs judi slot yang bermakna kayu cendana. Kayu cendana menyimbolkan identitas warga dusun Haumeni.

Romantisme harum cendana, mengundang bangsa Portugal dan Belanda dalam menginvasi dusun Haumeni. Adat lisan yang penulis peroleh dari orangtua, khususnya kakek dan nenek yang pernah hidup, pada jaman wargaan Portugal dan Belanda di tanah Timor. Terutamanya dusun Haumeni, daerah penulis.

Tangkai kayu cendana yang di taruh oleh kakek penulis benar-benar harum. Rangenya di antara beberapa puluh tahun bahkan juga beberapa ratus tahun. Tangkai cendana yang dipunyai oleh kakek penulis harumnya dapat capai radius berapakah puluh kilo mtr..

Tangkai cendana jadi bahan barter untuk warga Haumeni. Di mana saat keluarga tertentu membutuhakn satu ekor kambing, sapi, dan lain-lain, dapat diganti dengan kayu cendana. Secara matematis dan ekonomis kami tidak ketahui dengan tentu per kilonya berapakah? Yang paling penting apa yang diharapkan oleh orang yang memerlukan barang itu disanggupi. Harga diberikan ke pasar.

nuansa daerah yang sama dengan harum cendana cuman tinggalkan memory untuk warga Haumeni. Pemicunya ialah keserakahan manusia pada pemanfaatan lingkungan yang tidak bertanggungjawab.

Raibnya harum cendana ikut hilangkan identitas warga Haumeni akan jati dianya. Seharusnya, keharuman warga Haumeni bukan hanya usai pada jaman penjajahan. Tetapi, identitas harum cendana lagi ada untuk menyinari kreasi lintas angkatannya.

Sebagai cara untuk kembalikan keharuman Dusun Haumeni di tanah Timor, kami pernah membudidayakan tanaman cendana. Tetapi, lingkungan yang hancur, makin tidak berteman dengan pohon cendana.

Mengakibatkan, semua tipe budidaya tanamana cendana usai pada kematian. Matinya pohon cendana, bermakna raibnya kepopuleran dusun Haumeni di tanah Timor.

Identitas sebagai negeri cendana raib, lingkungan yang makin hancur, sikap apatis warga, ikut lengkapi daftar kehilangan peninggalan kekayaan yang sangat berharga untuk angkatan penerusnya.

Angkatan muda Haumeni cuman nikmati beberapa narasi yang membesarkan hati pada jaman dulu. Sementara bukti empiriknya tidak ada. Sangat sayang, kekayaan yang paling bernilai untuk angkatan muda dan bangsa turut raib. Lebih parahnya, jika identitas sebagai angkatan suku Dawan Haumeni turut raib di tengah-tengah kontaminasi budaya luar.

Open post

Dorongan Menikmati Seks di Usia 20-an Tahun

Bicara sex di Indonesia ialah hal tabu. Walau kalangan muda yang berumur 20-an tahun mempunyai libido yang tinggi untuk nikmati Slot Online Terpercaya sex bersama kekasihnya kita lakukan jalinan intin sangat hebat apa lagi lelaki di atas cew di bawah benar tidak.

Dorongan untuk rasakan enaknya hubungan seksual bersama pasangan di umur 20-an tahun, nyaris dirasakan oleh tiap orang normal.

Lakukan hubungan seksual di umur 20-an tahun tidak jadi masalah. Seandainya dapat bertanggungjawab, jika berlangsungnya pembuahan di antara sel sperma dan telur. Lebih bagus bicara jujur, dibanding sembunyi-sembunyi terperosok ke puber ke-2 sebagai topik opsi paling populer Kompasiana.

Jujur, lelaki yang masuk umur 20-an tahun dalam pemikirannya hanya mengenai sex. Bagaimana bercinta dengan pasangannya? Tidak boleh ngomong tidak, bila belum melalui periode ini! Cap “pemikiran kotor”yang dipasangkan oleh wanita ke lelaki, mungkin bermula dari umur 20-an tahun. Akibatnya karena perbincangan lelaki yang selalu fokus pada sex.

Penulis percaya anda yang atau kelak membaca tulisan ini, tentu menandai penulis dengan tidak benar, tidak berakhlak. Okeylah, itu terserah penilain anda.

Tidakkah tiap orang bisa sampaikan pemikirannya secara bebas? Penulis bukan orang yang berlagak suci, karena itu penulis tuliskan kenyataan yang dirasakan oleh lelaki pada umur 20-an tahun. Karena penulis pernah ada pada babak begitu.

Kecuali babak dorongan sex yang menggelora di umur 20-an tahun, ada sesuatu hal yang lain lebih bernilai dibanding sex, yaitu penelusuran jati diri. Seringkali, beberapa orang mendapati jati dianya di umur 20-an tahun, sesudah nikmati sex bersama pasangannya.

Yakin atau mungkin tidak yakin, lelaki yang telah menghancurkan martabat wanita di umur 20-an tahun akan menyesal sepanjang umurnya. Asumsinya sering jadi superioritas bersama rekan, teman dekatnya.

Tetapi, jauh dalam lubuk hatinya, dianya menyesali tindakannya. Stimulan peradaban sosialnya ikut memberi peran yang besar untuk pertobatan lelaki untuk lebih menghargakan wanita sebagai rekanan, teman dekat. Bukan jadikan wanita sebagai object kepuasan semata-mata.

[H3] Sex ialah sisi dari kehidupan manusia. Tanpa sex manusia tidak dapat hidup. [/H3]

Open post

Saatnya Peduli Pendidikan Anak Marjinal

Saya seorang Seniman, saya senang menulis karena Situs Slot Online Terpercaya untuk saya tulisan ialah satu bentuk gestur seorang pada apa yang terjadi di bumi ini. Kecuali menulis saya suka juga ekspresikan pemikiran saya ke bentuk visual atau menggambar.

Seterusnya

Tutup

Berlaku Asertif, Langkah Baik tangani Perselisihan (PART 2)

Selamat tiba kembali di artikel ke-2 ini saya akan mengulas kelanjutan mengenai beberapa langkah berlaku asertif. Di artikel awalnya saya telah menerangkan langkah awal dan ke-2 , dan saat ini waktunya saya menerangkan cara selanjutnya. So, Let’s read it baby !!

Cara ketiga : Menghitung Dunia di Luar Anda

Sesudah Anda usaha untuk menghitung diri kita, saat ini waktunya Anda mengubah konsentrasi dari dalam ke luar. Dalam kata lain ukur beberapa hal yang terjadi di kehidupan Anda saat ini, terhitung di kehidupan professional atau pekerjaan Anda. Keadaan detil apa yang Anda menghadapi yang bisa memengaruhi keberhasilan Anda ? Bagaimana Anda menangani hal seperti itu ? Apa Anda begitu pasif ? Atau mungkin kemungkinan begitu agresif ? Mulai menghitung dari sana.

Ambilah satu keadaan yang bisa mengusik pemikiran Anda, dan perhatikan dengan jeli. Seterusnya, mulai membuat sebuah gagasan detil dan detil mengenai langkah berlaku asertif dalam lingkungan itu berdasar pada pedoman-pedoman di bawah ini :

Pertama,

Bila harus bicara tegas ke beberapa orang yang turut serta dalam persoalan itu, bagaimana Anda memvisualisasikan hati Anda mengenai permasalahan itu ?

Saat bertemu dengan beberapa orang itu tidak boleh asal-asalan mendakwa seperti, “Anda selalu memusuhi… Anda selalu geram… Anda tak pernah ingin ajak saya bicara.”

Kebalikannya, pakai beberapa kalimat dengan “saya” dan “hal itu”, berpeganglah pada bukti dan kontrol emosi Anda. Yang paling penting, tidak boleh melebarkan cakupan perbincangan di luar kondisi yang saat ini Anda sedang menghadapi. Bisa saja anda bicara masa lampau tetapi harus berkaitan dengan keadaan yang saat ini.

Fokuslah dari sesuatu yang betul-betul sedang terjadi. Tidak boleh menyentuh permasalahan motivasi atau psikologi. Anda perlu memahami apa yang terjadi di tingkat fisik yang ada saat tertenty saja yang pusing.

Open post

Perasaan yang Tak Berdosa, Mengapa Harus Dikebiri?

Musim luruh cinta, sama dengan musim trauma. Karena hati yang tidak berdosa, dikebiri oleh ego orangtua. Sebagai contoh simpel, sang X dan Y telah sama-sama Situs Slot Online Terpercaya mengenali nyaris 8 tahun. 8 tahun ialah saat yang benar-benar panjang dan lama. Di antara X dan Y sama-sama menyukai. Tentu saja, mereka telah mengenali keduanya. Terhitung mengenali watak, hobi, dan arah hari esok mereka.

Masuk 9 tahun periode pengenalan mereka, ada satu kejadian yang mengambil sumber dari orangtua X. Hmmmm, kurang lebih kejadian apa, ya? Irit penulis, sang Y lenyap demikian saja. Lantas, dia memilih untuk ke salah satunya pulau yang tidak memiliki penghuni.

X berusaha untuk mengontak Y lewat nomor teleponnya. Tetapi, tidak ada jawaban dari Y. X mengungkung diri dalam kamarnya. Sampai satu saat, X terima telephone dari orangtua Y.

Maksudnya ialah bertanya kehadiran Y. X menerangkan apa yang terjadi di antara hubungan dengan Y yang usai sudah dengan argumen yang tidak terang dari Y. Orangtua Y mempersalahkan X. X berasa dipojokkan.

Satu tahun selanjutnya, X berusaha untuk buka hatinya ke Z, yang disebut opsi dari orangtuanya. Tetapi, jauh dalam samudera hatinya, dia masih menginginkan cinta dari Y. Walau kehadiran Y belum mengetahui rimbanya.

Pas di hari jadi X dan Y pertama kalinya mengenali di salah satunya cafe di tepi danau, X dan Y berjumpa. Tatap muka mereka tidak ada pada skenario dari sudradara semesta, tetapi murni dari memory mereka yang masih belum move on dari cinta sucinya. X tuntut jawaban dari Y. Kebalikannya, Y mempersalahkan X karena tidak membelanya saat orang-tua X mengejeknya.

Situasi kenangan ke-2 nya jadi amburadul. Karena ke-2 nya sama-sama mempersalahkan. Ketika yang bertepatan, orangtua X datang untuk bela anaknya.

Bahkan juga kesempatan ini, orangtua X merendahkan martabat Y di depan beberapa orang dalam cafe itu. Kesabaran Y telah ada di ujung adrenalinnya.

Tetapi, Y menarik napas dalam-dalam untuk memberitahu X, jika dibalik perpisahan mereka ada terlibat dari orangtua X. Orangtua X sudah minta Y secara paksa untuk menjauh darinya. Karena karier pekerjaan dan background keluarga yang tidak sebanding dengan X.

Open post

Kamu Berhak Bahagia dalam Kondisi Apapun

Kekurangan perhatian keuangan, kesusahan untuk memperoleh pekerjaan, rumah sabung ayam online tangga yang nyaris retak, komunikasi yang tidak bagus dengan sama-sama, tidak jadi argumen buat kamu masih berasa berbahagia (Fredy Suni) [/H3]

Kandungan kebahagiaan kamu harusnya tidak dikuasai oleh kondisi apa saja. Karena kehidupan lagi berjalan. Umur kamu semakin menyusut ke arah batasan kehidupan normal manusia, yaitu 80-90 tahun. Terkecuali kamu menantang hukum semesta dengan menginvestasikan beberapa ratus bahkan juga beberapa ribu triliun untuk menambahkan umur hidup anda dengan lajur tehnologi, yaitu membuat robot yang selalu regenerasi semua organ badan kamu. Pasti kan?

Berbahagia yang kamu alami akan menstimulus (menggairahkan) seseorang untuk turut rasakan kebahagiaan. Berbahagia tidak didapat dengan kelimpahan materi, sex yang memberikan kepuasan, profesi yang lebih bagus, istri yang elok, suami yang tampan, anak yang lucu, dan lain-lain. Memang semuanya ialah keperluan manusia. Tetapi, kamu harus juga ketahui jika manusia tak pernah senang dengan yang dicapainya.

Nah, berikut penulis berusaha untuk memakai,’Teori Hirarki Keperluan,’ dalam tuntunan Psikiater Abraham Maslow. Khususnya pada point ke-5, yaitu ‘Aktualisasi diri.’
[H3] Manifestasi diri. [/H3]

Keperluan ini tidak mengikutsertakan kesetimbangan atau homeostasis, tetapi mengikutsertakan kemauan yang terus-terusan untuk penuhi kekuatan diri paling optimal. Maknanya orang yang capai manifestasi diri terpusat pada sesuai kenyataan, bisa membandingkan yang palsu dan asli. Triknya cari jalan keluar dari tiap halangan. Proses lebih bernilai dibanding hasil. (Minta maaf, karena materi ini penulis peroleh pada saat tetap jadi mahasiswa semester pertama, di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang). Maka sumber yang penulis pakai ialah catatan penulis sendiri dari power poin dosen waktu itu.

Keperluan akan rasa berbahagia berada pada kekuatan kamu dalam cari jalan keluar di tengah-tengah keadaan yang tidak mungkin seperti kehidupan kita sekarang ini. Di mana. Swabah Covid-19 tidak jadi argumen. Skamu untuk selalu membuat bertambah diri dengan beberapa hal positif. Syang nanti akan bermanfaat untuk hari esok kamu. Beberapa hal positif seperti, membaca banyak buku. Smembuat jaringan yang lebih luas dari mulanya, mengikut pelatihan off line atau online, berunding, dan lain-lain.

Kekuatan cari jalan keluar dan mengucapkan syukur ialah dua hal yang akan mengantar kamu pada kebahagiaan. Apa saja keadaan kamu sekarang ini, kamu memiliki hak berbahagia.

Demikian

Open post

Obat Penawar Rindu, Para Perantau di Bulan Desember

Pulang daerah pada hari Natal ialah idaman tiap orang. Khususnya untuk mereka yang beragama Kristiani. Situasi hari Natal di perantauan, tidak seromantis di tengah-tengah kehangatan keluarga bola online terpercaya di desa halaman. Meskipun perayaan hari Natal dapat dirayakan dimanapun. Namun, kurang afdal, jika cinta yang telah dikubur sepanjang peziarahan di perantauan, turut terpendam bersama pupusnya keinginan untuk balik ke daerah, karena kondisi kesehatan global, terutamanya kesehatan Nasional belum seutuhnya sembuh dari Wabah Covid-19.

Pulang daerah ialah ritus, adat yang telah ada di kehidupan seorang perantau, dari jaman dulu sampai saat ini. Apa lagi sepanjang tahun ada yang masih belum pulang daerah, rasanya tidak karuan (terang) dalam hati.

Sekian tahun mereka nikmati irama kedap-kedip kota Metropolitan. Kota metropolitan memberi segala hal buat mereka. Terhitung kemewahan sementara, kepopuleran sementara, kemerdekaan sementara dari kungkungan drainase ekonomi yang tidak juga lebih baik di desa halaman. Lantas, mereka pilih untuk mengelana. Maksudnya,untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga yang lebih bagus.

Prihatinnya, ada yang terperosok ke lingkaran budaya hedonisme, konsumerisme, semua tipe perdagangan yang tidak sesuai norma-norma sosial, dan lain-lain. Mengakibatkan, ada yang tak pernah pulang daerah. Komunikasi pisah dengan keluarga, teman dekat, kenalan di desa halaman. Karena itu, timbullah anggapan jika orang yang berkaitan telah wafat. Sebatas kita dengarkan lagu Ebiat G ade yang dengan judul, Informasi Ke Teman.’

Lampion-lampion semesta temani bulan Desember. Desember juga menyongsong tiap niat baik dari beberapa perantau untuk pulang daerah. Permasalahannya, isi dompet menyejarah bersama gurun pasir yang tidak memiliki penghuni, alias Don’t have money. Dinamika hidup perantau yang unik untuk ditelaah dari pemikiran filsafat jalanan.

Hati perantau makin resah menjelang hari Natal. Sementara kangen lagi dibajak oleh hati bersalah, karena tidak dapat pulang daerah. Situasi kenyamanan, canda-tawa, pemandangan asri desa halaman lagi terpikir dalam angan. Terciptalah ruangan kosong dalam rack semesta beberapa perantau.

Selamat menyambut Hari Raya Natal untuk rekanan Kompasianer, teman dekat, kenalan, Team Kompasiana yang selalu datang temani tiap aksara di dalam rumah ide ini.

Open post

Kisah 1001 Artikel di supandy

Tujuh hari melalui telah. Senin tempo hari ialah hari akhir retretku di Km 1,000 situs slot online . Ini hari, Selasa, saya bisa menulis kembali.

Berikut artikel nomor 1001. Sudah pasti. Karena habis 1000 terbitlah 1001. Sesudah 1001? Entahlah, saya bukan seorang guru Kelas Satu SD yang mengajar pembilangan.

Cerita 1000 dari 1001 artikelku sudah kubeber pada artikel nomor 1000, Sebuah Retret di Km Seribu Kompasiana. Semuanya ialah hasil anarkisme-inovatif, kenthirisme, proses persenyawaan nalar, norma, dan seni.

Telah kubabar juga, anarkisme itu mempertajam insting, dan insting merecikkan serendipitas. Lantas kesemuaannya membimbing salingtindak triangular di antara idea, data, dan kata yang membuat tiap tulisanku.

Tidak kecuali, artikel nomor 1001 ini juga lahir proses dari sama: insting dan serendipitas. Berkesan tanpa gagasan. Tetapi sesungguhnya tidak demikian. Seperti kata Daeng Khrisna Pabichara, perancangan dan data dasarnya telah usai di kepala. Insting dan serendipitas bekerja saat isi kepala itu dituangkan ke bentuk tulisan.

Maka menulis, bahkan juga untuk seorang pengacau atau kenthir, bukan proses saat itu juga. Rangka dan data landasan tiap tulisan itu telah ada, dan usai, semenjak tempo hari, pekan kemarin, bulan kemarin, tahun kemarin, bahkan juga belasan atau beberapa puluh tahun kemarin. Ada selalu jarak waktu di antara idea dan text.

Tempo hari, saya habiskan tersisa waktu retret dengan melihat Poltak menebas dua tangkai pohon pisang, anugerah mukjizat yang ditanamkan musang di pekarangan tempat tinggalnya. Poltak takhabis dilanda permasalahan yang tampil karena mismanajemen anugerah mukjizat itu.

Kata Poltak, ia harus menebang dua tangkai pisang yang tumbuh cenderung ke udara pekarangan tetangga. Hal tersebut jadi masalah karena, menurut hukum agraria, dua tangkai pisang itu sudah menjajah daerah pekarangan tetangga. Sebagai hukuman, nantinya buahnya bisa menjadi hak tetangga.

Sudah pasti Poltak tidak sudi pisangnya dicap sebagai penjajah. Itu kelompoknya kejahatan internasional. Kembali juga apa kata dunia jika anugerah jadi penjajah, penyebar kerugian. Karenanya, tidak ada alternatif lain terkecuali, “Tebang!” Itu perintah isterinya.

Karena memperhatikan Poltak berakrobat menebang pohon pisang dimulai dari puncaknya, terpikirkan olehku ikhwal pemosisian diri. Supaya menyebar faedah, tiap ciptaan Tuhan itu harus ada pada lokasi yang semestinya. Bila tidak, karena itu terjadi disharmoni, lalu bencana kerugian.

Demikian juga tempatku dalam aturan sosial Kompasiana. Dalam kerangka sebagian besar milenial, pemilik pentas Kompasiana, di mana semestinya saya berdiri? Itu pertanyaan besar yang perlu kujawab dalam retret tujuh hari.

Posts navigation

1 2 3 4 5 6
Scroll to top
error: Content is protected !!